Jumat, 25 Maret 2016

Come back

21, Agustus 2015

     Alaram hp berbunyi menunjukan pukul 07.00 pagi rasanya aq tidak ingin beranjak dari tempat tidur. Tapi aq langsung pergi menuju kamar mandi dan bersiap-siap. Lalu aq dan suamiku pergi menemui bapak mertuaku. Kami berdua berpamitan untuk pergi jauh dari tempat ini, kami akan pergi ke kalimantan.

Saat itu aq pun tidak tau kemana tujuan pastinya aq ke kalimantan namun entahlah aq hanya mengikuti aturan dari apa yang mereka tau. Saat itu bapak mertuaq mengajak suamiku entah kemana aq hanya menunggu,menunggu dan sambil berfikir kemanakah suamiku dan mertuaku pergi namun... Sudah lah aq hanya bisa menunggu hingga pada ahirnya pun mereka datang. Setelah itu aq bersalaman dengan mertuaku dan juga adik iparq aziz yang sedang tidur lalu dibangunkan oleh suamiku.

Lalu kami mengemasi barang bawaan kami dan kami pun bersiap pergi menggunakan motor. Tepat pukul 09.00 pagi kami meninggalkan kenangan hidup yang sangat berat bagi suamiku. Aq hanya bisa berdiam karena aq tau ini sangat sulit bagi suamiku untuk meninggalkan  bapak,ibu,adik,ponakan karena mereka orang-orang yang ia sayangi. Aq pun terasa berat untuk meninggalkan mereka karena mereka sudah q anggap seperti keluargaq sendiri. Jujur saat itu aq hanya bisa menangis ketika ibu mertuaq memberikan pesan singkat melalui ponselq yang aq pegang. "Iis, kenapa tidak menemui ibu. Kamu mau pergi jauh ibu tidak lihat. Ibu kepikiran, iis selama ini nganggep ibu apa". Aq hanya bisa menangis membaca itu. Aq tidak tau ternyta ibu mertuaku ingin melihat kepergian kami. Karena semalam sewaktu kami pamitan aq kira ibu mertuaku marah dengan kami. Dan kami pun tidak kepikiran pergi dulu ke tempat ibu mertuaku bekerja, mungkin karena kami terburu-buru. Tapi apa daya kami tidak bisa putar balik menemui ibu mertuaku karena kami sudah jauh.

Aq pun hanya bisa menyesali dan menangis. Ku seka air mataku karena kami hampir sampai di pemalang tempat transit pertama kami. Aq pun menemui mama dan bapak ku, saat itu aq tidak tau perasaanku antara sedih karena meninggalkan keluarga suamiku, senang karena bertemu kedua orang tua ku dan tinggal beberapa langkah lagi aq bisa bertemu kakak perempuanku. Saat itu suamiku langsung pergi dengan bapakku memaikai motor menuju pelabuhan tanjung emas semarang. Aq, ibuku, dan keluarga aena toris memakai kereta api. Di dalam kereta perasaanq tidak karuan rasanya, ibu mertuaku menelponku tapi aq tidak sanggup untuk mengangkatnya. Dan aq pun tertidur.

_________**________